
Salah rekrut bisa lebih mahal daripada terlambat rekrut.
Banyak perusahaan terlalu fokus pada pengalaman kerja atau isi CV, padahal kualitas kandidat tidak selalu terlihat di atas kertas.
Ada kandidat yang terlihat biasa saat interview, tapi ternyata punya attitude, loyalitas, dan kemampuan berkembang yang tinggi. Sebaliknya, ada juga yang terlihat meyakinkan di awal namun sulit beradaptasi saat bekerja.
Karena itu, memilih kandidat yang tepat bukan hanya tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan budaya perusahaan.
Dalam proses recruitment, kadang satu keputusan kecil bisa berdampak besar pada produktivitas tim ke depannya.
Kalau menurut kamu, saat merekrut karyawan lebih penting mana: skill atau attitude? 👇